Malang, 20 Juni 2026 – Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Widya Gama Malang kembali menunjukkan komitmennya dalam menyiapkan lulusan yang adaptif, inovatif, dan siap menghadapi tantangan dunia usaha dan dunia industri melalui kegiatan Studi Visit. Kegiatan yang diikuti oleh seluruh mahasiswa Program Studi Agribisnis ini merupakan bagian dari implementasi Indikator Kinerja Utama (IKU) Perguruan Tinggi Tahun 2026, khususnya IKU 5 tentang Kerja Sama dan Hilirisasi dengan Industri dan Lembaga.

Kegiatan study visit yang didampingi oleh Ketua Program Studi Agribisnis beserta dosen-dosen Agribisnis Fakultas Pertanian UWG Malang ini dilaksanakan di PT Enam Sembilan Benih, Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar, serta Kampung Coklat Blitar. Kunjungan tersebut menjadi langkah nyata dalam menghubungkan pembelajaran di ruang kelas dengan praktik industri secara langsung, sekaligus memperkuat pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) yang dikembangkan oleh Program Studi Agribisnis.

Di PT Enam Sembilan Benih, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk mempelajari industri perbenihan nasional secara lebih mendalam. Mereka mendapatkan pemaparan dari pihak manajemen perusahaan mengenai perkembangan industri benih di Indonesia, tantangan dalam penyediaan benih unggul, serta pentingnya inovasi dan kemitraan dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Mahasiswa juga diajak meninjau fasilitas produksi untuk memahami proses bisnis perbenihan jagung hibrida, mulai dari pengadaan bahan baku, pengolahan benih, pengendalian mutu, pengemasan, hingga strategi pemasaran produk benih kepada petani dan mitra usaha.

Selain memperoleh wawasan teknis mengenai industri perbenihan, mahasiswa juga mempelajari model kemitraan yang dibangun perusahaan dengan petani penangkar, strategi pengembangan usaha agribisnis, serta peluang kewirausahaan di sektor pertanian modern. Interaksi langsung dengan praktisi industri diharapkan mampu menumbuhkan jiwa agripreneurship dan memperluas perspektif mahasiswa terhadap prospek usaha di bidang agribisnis.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan kunjungan ke Kampung Coklat Blitar sebagai salah satu contoh keberhasilan hilirisasi komoditas pertanian berbasis agrowisata. Mahasiswa diajak memahami bagaimana komoditas kakao tidak hanya dimanfaatkan sebagai bahan baku industri, tetapi juga dikembangkan menjadi destinasi wisata edukatif yang mampu memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Ketua Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian UWG Malang menyampaikan bahwa kegiatan study visit merupakan sarana penting untuk memperluas wawasan mahasiswa terhadap dinamika dunia usaha dan dunia industri yang sesungguhnya.

“Mahasiswa dapat melihat secara langsung bagaimana sebuah industri dikelola, memperoleh pengetahuan baru, memunculkan ide-ide kreatif, serta memahami tantangan dan peluang pengembangan agribisnis di Indonesia. Pengalaman ini diharapkan mampu membentuk lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki keterampilan praktis, kemampuan beradaptasi, dan semangat kewirausahaan,” ungkapnya.

Melalui kegiatan Studi Visit, Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Widya Gama Malang terus berupaya mewujudkan pendidikan tinggi yang relevan dengan kebutuhan industri dan masyarakat. Sinergi antara perguruan tinggi dan dunia usaha diharapkan dapat terus diperkuat guna menghasilkan generasi muda agribisnis yang tidak hanya memahami pertanian dari sisi produksi, tetapi juga mampu menjadi pelaku hilirisasi, pengembang agrowisata, serta penggerak ketahanan pangan nasional.

Kegiatan ini juga menjadi bukti bahwa transformasi pendidikan tinggi tidak lagi hanya berfokus pada penguasaan teori, tetapi juga menekankan pengalaman nyata yang mampu menghasilkan lulusan yang kompeten, adaptif, inovatif, dan siap bersaing di era ekonomi berbasis industri dan teknologi.

“Belajar dari industri, mengasah kompetensi, dan menumbuhkan semangat inovasi untuk mencetak generasi agribisnis yang unggul, profesional, dan berdaya saing.”